Selasa, 30 April 2013

Kado Sang Pacar


Siapa sih yang nggak senang kalau dikasih kado? Apalagi yang ngasih kado pacar sendiri. Harga bukan lagi menjadi ukuran pastinya. Kado apapun terasa sangat istimewa tentunya. Mau topi kek, sendal jepit, atau kaos oblong yang harganya lima belas ribuan sekalipun, dapat dipastikan barang tersebut, barang berharga dari sang pacar. Dan menjadi barang keramat klo udah putus.

Dan sebagai seorang cowok yang punya wajah nggak jelek cuman gagal dikatakan ganteng, gue pernah berada diposisi itu. Pacaran, dan dikasih kado. Saking senangnya, gue nggak mampu menguraikan kesenangan itu ditulisan ini *Ngelap ingus. Banting tisu

Tapi senang dan sedih itu memang tidak pernah bisa diprediksi. easy come easy go. Padahal pikiran kita sendirilah yang menciptakan senang dan sedih tersebut. Otaklah yang menerima segala bentuk penyebab senang dan sedih. Kalau nggak mau sedih ya sudah, beri penyebab sedih itu sebagai suatu hal yang menyenangkan. Duh ribet...

-Apapun yang terjadi tidak ada artinya sampai kita sendiri yang memberi arti.
-Otak hanya melaksanakan apa yang diberitahukan kepadanya.

Kalimat-kalimat itu yang kira-kira cocok buat gue saat itu.
Kado istimewa dari sang pacar begitu cocok di badan rupanya. Ya. Gue baru aja dikasih hadiah t-shirt hijau bergaris putih. Keren. Tingkat kepedean gue naik beberapa persen setelah mengenakan t-shirt tersebut. It's cool..


Serasa nggak mau menyia-nyiakan kesempatan. Kepedean gue limited edition masalahnya. Gue pake t-shirt itu ke kampus. Ahaayyy...serasa punya wajah baru, namun semu.

Tepat jam 10 pagi, seusai perkuliahan mata kuliah khusus, gue langsung lanjut kuliah mata kuliah umum. Gue harus ke kampus pusat kalau mau ngikutin mata kuliah umum tersebut. Dan asal lo tau. Kampus pusat variasi cewek-ceweknya lebih cakep-cakep. Makanya gue selalu axcited kalau ada kuliah umum. Rumput tetangga memang selalu hijau. (Ini yang nggak perlu kalian tiru. Plis deh, masa hadiah pacar buat tebar pesona ke cewek lain)

Untuk sampai ke kampus pusat, mahasiswa bisa naik metro mini ukuran tiga perempat yang ongkosnya masih seribu rupiah (itu tahun barapa Ahmaaadd??). Sebenernya dulu ada bus kampus yang bisa dimanfaatin buat hilir mudik menuju kampus pusat. Tapi entah lah, hanya Tuhan dan supir bus itu yang tau.

Gue turun dari metro mini dengan kaki duluan. (pengen sekali-kali langsung salto. Cuma mikir.. gue belum nikah)

Gue masuk gerbang kampus dengan slow motion. Angin dingin menyisir setiap wajah gue. Menembus hati yang penuh warna. Gue berjalan tegap saking percaya dirinya. Udara cerah. Pohon-pohon besar kampus itu serasa mengugurkan daunnya. Gue terus menerobos dedaunan kering menuju kelas perkuliahan.


"Met, liat sebelah lo" Tiba-tiba temen gue menggugurkan khayalan gue.
Gue menoleh dengan muka males. Damn...mahasiswi gemuk dengan.. gue rasa itu senyum termanisnya, pake baju yang ternyata mirip baju gue. Tiba-tiba kepala gue pusing. Mata gue berkunang-kunang. Badan gue mengecil kaya liliput.

Dari kejauhan beberapa temen mahasiswi gemuk itu pada cekikikan gak karuan.
What???.. Ini makhluk aneh dari mana datengnya? Gue nengok ke atas. Pohon besar seolah tersenyum puas.

Baju gue? Baju gue? Duh kenapa sama persis.

Sumpah, apapun itu, rasanya nggak enak banget klo ada orang yang bajunya mirip dengan kita. Percayalah, kecuali semua itu udah direnanakan sebelumnya. Misalnya kaya gambar di bahwa ini:

atau ini
 Atau paling nggak, cewek itu kaya foto di bawah ini..(ngarep.com)


Dan begonya gue, kenapa mesti gue sapa tuh cewek gemuk sinting. Awalnya gue mau menetralisir keadaan, supaya terliat biasa aja kalee. Tapi nggak buat temen-temen cewek gemuk sinting itu. Mereka nggak asyik banget.

Dasar cewek-cewek sinting. Mereka histeris kekenceng-kencengnya sampai suaranya ke langit. Gue tambah kikuk bukan main.

Terbukti sudah, ternyata perubahan itu datangnya seketika.

Beberapa puluh menit yang lalu gue betapa pedenya, tapi sekarang ini betapa malunya.

Singkat cerita, tetep aja gue ambil langkah serbu lari kaya di kejar Wewe Gombel. Lagi dengan zig zag nggak karuan menuju kelas perkuliahan.

Oke. Mungkin bagi sebagian orang pernah ngalamin kasus kaya gue, dan mungkin komen; biasa aja sih. Mungkin gue lebay. Tapi kenyataannya gue emang malu tingkat dewa saat itu. Lagian kenapa juga nih baju miripnya sama cewek. Klo pun sama cewek kenapa juga sama cewek gendut itu. Intinya kita emang nggak pernah bisa memilih atau mengetahui situasi yang bakal terjadi.

Menurut pemikiran tolol gue.
Kemungkinan t-shirt yang gue pakai adalah t-shirt cewek. Atau cewek gemuk itu yang pakai t-shirt cowok. Atau t-shirt itu emang buat cewek cowok.
Kemungkinan lain. T-shirt ini kan dari pacara gue. Pacar gue adalah cewek. Ada kemungkinan t-shirt ini emang selera cewek.
Ketika gue perdalam lagi, This-t itu memiliki kancing yang berada di sebelah kanan. Itu artinya... t-shirt yang gue pake t-shirt cewek. Karna pakaian cowok itu kancingnya selalu di sebelah kiri. Kecuali ada perubahan passion.
Pemikiran yang mendalam: Kenapa t-shirt itu tampak keren di badan gue??
Ah, sudalah,,


SELANJUTNYA >>

Rabu, 24 April 2013

Satu sesi foto ngajar

Gue punya prinsip klo ngajar itu yang penting bikin pinter anak dan menyenangkan..Tapi kadang lebih banyak menyenangkannya ketimbang bikin pinternya. Dan saking menyenangkannya, liat aja kita ada sesi foto-foto gitu. Sumpah ini di luar kontrol gaya gue..

Dan... angle nya rata-rata nggak banget..


SELANJUTNYA >>

Selasa, 23 April 2013

Undangan Pernikahan Dian

Sebulan terakhir ini gue udah dapet dua undangan pernikahan. Yang pertama dari temen satu kerjaan, dan yang kedua dari temen SD.

Bukan hanya soal sama siapa gue dateng ke acara tersebut (masalah ini emang masalah klasik buat orang-orang jomblo macam gue). Tapi juga soal kesialan, kenapa lagi-lagi gue yang kalah start. Kalah berani sama mereka. Dan yang pasti.. gue kalah cantik.

Gue punya prinsip, menunggu untuk mendapatkan yang terbaik, gak ada salahnya.. Tapi belakangan ini gue baru sadar. Kalau gue cuman nunggu sampe lebaran monyet juga gak akan datang. Jodoh itu dijemput bukan ditunggu.

Beberapa bulan yang lalu, Dian teman SD gue  itu sempet ngerengek-rengek soal pacar..Eh, ternyata ...

Dian : Dik, lo gak punya temen yang bisa dikenalin ke gue?
(Otak gue langsung mikir, kira-kira siapa yang cocok buat Dian. *Tukul, Kiwil, Andika, Eyang Subur?....)
Gue : Nanti klo ada gue kenalin, Yan
(Sumpah soal comblang mencomblangin gue paling gak bisa banget. Takut gak sreg lah..yang jelas gue gak tau tipe orang itu macam mana)
Dian: Eh, ini gue serius loh.
Gue: Iya. Emang gue keliatan becanda apa? *muka iblis
Dian: lo kan suka PHP..
Gue: Enak aja. Gue sukanya PHD..
=======

Seminggu setelah ketemu Dian, gue janjian sama Doni dan Bintang. Mereka ini temen SD gue juga. Selain ngomongin beberapa project, kita juga ngebahas soal Dian yang lagi ngebet banget kepengen nikah. Kita punya prinsip..berat sama di pikul ringan sama dijinjing

Gue : Bro, lo gak punya temen yang bisa dikenalin ke Dian?
Doni : Kenapa tuh anak. Masih galau soal pacar?
Gue : Kemarin gue sempet ngobrol sama dia. Emak nya udah berkoar-koar supaya dia secepetnya nikah
Bintang: Kayanya tuh anak udah siap nikah deh, tp cowoknya aja yang belum ada. Yaudahlah cariin. Don, cariin... Lo banyak temen kan?



Beberapa bulan kemudian...udangan di bawah ini udah ada di tangan gue

Apa Dian Nikah??
Kapan pacarannya?
Inilah yang dibilang jodoh. Klo udah jodoh gak mesti bertahun-tahun segala buat menjajak satu sama lain.

Undangan ini lah yang bikin gue galau. Gue kapan???
SELANJUTNYA >>

Rabu, 17 April 2013

Kita Layak Sukses

Selamat kapan pun (entahlah kalian lagi baca blog ini pagi, siang, sore atau malem..dan hanya kalian yang tau).... dan gue harap kalian dalam keadaan sehat wal'afiat, tidak kurang satu apapun ketika membaca blog ini.

Sampai saat ini gue masih percaya bahwa setiap manusia itu selalu diberi kelebihan dan kekurangan masing-masing oleh Sang Penciptanya. Nggak ada satu pun manusia yang singgah ke muka bumi ini dalam keadaan biasa-biasa aja, datar atau flat selama hidupnya. Klo emang ada. Dapat dipastikan hal tersebut sepenuhnya kesalahan manusia itu sendiri. Walaupun manusia itu cacat fisik atau cacat mental, ia pasti punya kelebihan.

Karena apa? Tuhan menciptakan kita dengan tujuan serta maksud yang sangat baik tentunya. Dari mulai mendesain wajah kita (dibalik keburukan wajahmu...itulah kelebihanmu. Bisa jadi)..sungguh itu penuh perhitungan serta pertimbangkan matang. Lantas kenapa masih aja orang yang minder akan wajahnya? Gue yakin kalian tau jawabannya. Ya. Kurang bersyukur cenderung mengecilkan potensi

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ? (QS Al-Mu'minun: 115)

Kadang dibalik kelemahan pun sesungguhnya ada kekuatan. Tugas kitalah mencari dimana kekuatan itu berada.Tapi sudahlah hal ini klasik untuk dibicarakan. Kalian mungkin lebih tau ketimbang gue.

Tulisan gue hanya sekedar mengingatkan doang (buat gue pribadi sih terutama..yang kadang sedikit sekali akan rasa syukur..) sesungguhnya gak ada yang salah dengan keadaan kita sekarang. Percayalah, kalian berhak mendapatkan apapun yang kalian inginkan..

Tulisan ini yg sekarang ada di tembok kamar gue. Klo rasa minder dateng, gue bakal baca nih tulisan sekenceng mungkin

Coba tengok orang-orang hebat di bawah ini!! Apakah secara fisik ia layak sukses? Mental sukseslah yang membuat mereka sukses..

Kalau kalian punya wajah gak memungkinkan, bahkan lebih jelek dari Om Tukul..haha..liatlah Om Tukul..bahwa muka bukan halangan untuk menghambat kesuksesan kita

Liat Nick Vujicic! Dia gak punya tangan dan kaki semenjak ia dilahirkan, tapi bukan halangan untuk mencapai kesuksesan. Org ini sukses banget guys..bukan hanya secara karier tapi liat istrinya cuy...cantik banget kan?? Klo dia bisa kita pasti jauh lebih bisa.

Liatlah sang pilot wanita cantik ini. Jessica Cox namanya. Dia lahir tanpa kedua tangan. Tapi bukan alasan untuk gak berprestasi. Dialah pilot pertama yg berlisensi untuk menerbangkan pesawat dengan kedua kakinya. Wow!!


Sebenarnya masih banyak kisah nyata lainnya yang bisa kita jadikan inspirasi. Dan kalian bisa cari sendiri sesuka hati sambil kayang atau koprol melalui internet.

Dan, entahlah ini kebetulan atau nggak, ternyata mereka-mereka yang sukses tersebut memiliki kesamaan. Yaitu rata-rata dari mereka memiliki mental juara, pantang menyerah, dan mau berusaha

Orang-orang sukses itu belajar dari sejarah, dan sejarah itu berulang. Maka saatnya giliran kita yang sukses. Siappp!!!!
SELANJUTNYA >>

Selasa, 16 April 2013

Siapakah orang yang ada di mata uang 100 dolar Amerika?

Ada yang tau nggak. Gambar siapa yang tertera di mata uang 100 dolar Amerika?

Tenang. Kalau kalian nggak tau. Wajar. Karena banyak orang Amerika yang gak tau juga gambar siapa di mata uang tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa uang 100 dolar Amerika adalah mata uang tertinggi di negara tersebut.










Dan.. ternyata gambar ini bukan presiden Amerika. Bukan juga penemu benua Amerika.

Lantas siapakah orang hebat ini, sampe gambarnya dinobatkan di mata uang tertinggi Amerika tersebut?

Orang ini adalah anak dari tukang lilin dan sabun. Pada usia 10 tahun ia terpaksa berhenti dari sekolah, dan sempat magang pada usia 12 tahun di sebuah penerbitan milik kakak laki-lakinya, yang akhirnya mereka berselisih. Hingga menyebabkan kakaknya bergabung bersama penjajah (Inggris).

Orang ini adalah..... Benjamin Franklin

Tau dong kalimat "Waktu adalah uang" ? Nah Ben lah pencetus kalimat itu.

Kepengen tau lebih banyak kehebatan orang ini? Googling aja ya! Banyak kok tulisan lain lebih keren dan lengkap tentang Benjamin Franklin







SELANJUTNYA >>

Selasa, 09 April 2013

Meminimalisir Perasaan Kecewa

Aku begitu takjub melihat kepiawaiannya dalam bertutur kata. Nampak sekali bahwa ia wanita yang keras dan cerdas. Terlihat dari cara ia berbicara kepadaku malam itu. Lugas dan tegas. Entahlah sejak kapan aku mengaguminya akan hal itu. Yang pasti malam itu, aku begitu takut memandang kedua bola matanya yang putih bersinar.

Ada malaikat berhati lembut berbicara persis di depanku malam itu. Pandanganku buyar oleh rasa gementar yang tak menentu. Sesekali kulempar pandangkan ku ke arah lantai putih halaman rumah itu. Entah karna tak kuat oleh pancaran matanya yang jernih, entah aku khawatir ia akan tahu bahwa aku tengah mengaguminya

Ada apa dengan hatiku ini? Kacau..Getarannya sampai terasa dipori-pori dada ini?
Seketika aku kikuk dibuatnya. Apa yang salah dengan perasaanku ini.. apakah ini hanya tipuan perasaan?

"Nggak..Gue nggak boleh jatuh cinta.."

Rasanya menyiksa hati jikalau mendapatkan cinta yang tak terbalas. Aku memang orang yang tidak mau beresiko untuk urusan cinta. Menurutku pengorbanan cinta boleh dilakukan asal sama-sama saling berkorban. Sebab untuk urusan cinta adalah urusan kesepakatan di dua pihak, bukan sendiri. Untuk apa mempertahankan cinta yang nyata-nyata menggerogoti hati.

Karena pikiran dangkal itulah, akhirnya ku urungkan niat untuk menyatakan perasaan ini. Aku tahu ini adalah trauma masa lalu yang tak baik. Tapi dengan demikian setidaknya rasa sakit hati karena kecewa telah diminimalisir



SELANJUTNYA >>

Jumat, 29 Maret 2013

Trik Cantik menghadapi UN *Praktekan dan temukan keajaiban setelahnya

Hallo teman-teman pembaca blog Ahmad Bhadick. Entah dengan sengaja nungguin postingan gue, entah karena nyasar. Atau karena emang gue paksa buat baca blog ini (Hihi...sebagian besar pembaca blog ini adalah karena gue paksa. *Bangga).

Nah, buat lo yang sekarang lagi baca bukan karena terpaksa atau gue paksa, semoga kesuksesan menyertai Kalian (anggap aja gue lagi mengelus-elus pundak lo).

Kali ini gue ada kesempatan lagi buat nulis blog setelah seminggu lamanya terbengkalai (bukan....bukan karena ada wifian gratis. Ciyus)

Banyak faktor sih..bisa karena nggak ada ide, bisa juga karena gue emang lagi banyak kerjaan ngurusin persiapan UN ade-ade kelas gue, baik di SMP maupun di SMA (hidup guru les!!) yang sebentar lagi mau UN.

Ngemeng-ngemeng tentang UN..Nah kali ini gue mau bagi-bagi trik cantik biar lo semua yang mau menghadapi UN sukses luar biasa.

Tapi sebelumnya gue mau cerita dulu sedikit tentang pengalaman gue waktu UN dulu... gapapa ya?(pengalaman adalah guru terbaik. Tapi murid yang cerdas ialah murid yang belajar dari kegagalan dan pengalaman orang lain -ahmad bhadick)

Bohong klo UN nggak bikin dag-dig-dug-der jantung..(hayo ngaku??) ya, iyalah, karena itu merupakan proses awal dari masa depan kita sebagai seorang siswa. Klo gak lulus, selain maluuuu....(karena seganteng atau secantik apapun lo, klo sampe gak lulus UN..apa kata dunia??) tanpa lulus UN kita juga nggak akan bisa naik ke jenjang berikutnya, yaitu dunia perkuliahan. Ini Indonesia, bukan salah satu negara yang bisa masuk Universitas hanya dengan surat keterangan pernah SMA. Syarat pertama masuk ke sebuah Universitas di Indonesia mesti ada ijazah SMA. Artinya kalian mesti lulus UN.

Jadi waktu itu, saking takutnya gue sama kata-kata 'nggak lulus UN', akhirnya gue belajar mati-matian. Yang biasanya sepulang sekolah nongkrong. Nggak nongkrong lagi. Yang biasanya sepulang sekolah modusin ade kelas. Mendadak distop dulu. Gue langsung ngacir ke rumah, trus langsung nyiapin buku-buku pelajaran yang siap gue santap semaleman penuh.

Sore hari, waktu itu gak biasa buat gue...besok gue bakal menghadapi mata pelajaran yang gue takutin..biologi..
Gue pergi ke Indomaret buat belanja layaknya emak-emak sadis yang siap ngures segala isi dompetnya buat beli apapun yang ia inginkan. Gue beli banyak cemilan waktu itu. Lumayan buat nemenin begadang semaleman penuh. Dari mulai tango coklat, susu ultra, sampe kacang dua kelinci (gak jauh beda kaya mau nonton bola ya Di(c)k?) gue boyong dari Indomaret ke rumah. Itu cara belajar gue supaya nyaman dan kuat sampe pagi. Biologi layak gue pelajarin abis-abisan, karena gue gak bisa-bisa sama pelajaran yang satu ini selain materi reproduksi. Halah.

Gue duduk manis di atas lantai berkarpet lengkap dengan bantal guling (heyy...mau tidur??). Gue paling seneng posisi belajar tengkurep dengan beralas bantal guling hello kitty waktu itu. Tentu dengan berhadapan segunung buku tentang pelajaran biologi (sejenak semua buku biologi pindah dari perpustakaan sekolah ke rumah gue)

Jam terasa cepat berlalu. Udah nunjukin jam satu pagi aja kala itu. Tapi  gue ngerasa materi pelajaran belum masuk ke otak gue sepenuhnya. Apa perlu gue bakar, terus abunya gue minum kaya puyer 16?.
Gue nggak mau nyerah.

"Pliss, Ahmad cuma malem ini kok. Ayo semangat!!" gue memotivasi diri. "Enak aja. Cuma gara-gara satu pelajaran ini gue gak lulus? Gak akan" *tiba-tiba di kepala gue udah terikat sabuk merah putih sambil tangan bawa-bawa bambu runcing

Akhinya gue menyudahi belajar gue tepat pukul 5 pagi. Itu pun gak bener-bener puas. Gue sholat subuh. Dan kembali belajar lagi sebentar. Terus masak air buat mandi. *Kata ibu jangan mandi pake air dingin klo abis begadang.
Oke fine! Gue masak air sambil baca buku biologi. Ketakutan gue akan nggak lulus ngebuat gue belajar gila-gilaan kala itu.

Dengan semangat 45 dan mata ngantuk pastinya. Pagi itu (zaman gue UN) pukul 8 waktu SMA 105 Jakarta gue siap tempur menghadapi ujian biologi. Jantung gue makin dag-dig dug ketika lembar soal biologi dengan mulus mendarat di atas meja gue. Gue inget-inget lagi semalem belajar apa aja. Dengan harapan semua yang gue pelajarin persis di soal-soal yang tengah gue hadapin.

Jantung gue mencelos ketika gak ada sesoal pun yang gue tau. (Terus klo gak ada yang keluar, semaleman penuh gue belajar apa????) Keringet dingin bercucuran brutal keluar dari pori-pori kulit gue. Muka gue panas, entah karena ngantuk atau sock ngeliat soal yang terasa asing itu.

Gue ngelirik jam. Dia serasa senyum iblis ke arah gue. Muka gue pucet. Gila tinggal 20 menit lagi. Gue mulai gelisa. Sedih. Mau nangis. Kepengen rasanya tereak "Hentikaaannn kegiataaaannnn. . . .!!!!" ngerobek-robek lembar jawaban seluruh peserta.  Tapi mana mungkin nyali gue segede itu. Itu namanya kriminal.

Gue ngeliat pengawas dengan tatapan nanar. Dia ngeliat gue dengan muka iba.

Otak gue mulai membuat penyutradaraan negatif. Gue gak lulus. Semua orang ketawa di depan idung gue. Temen deket menjauh. Cewek yang gue suka, muntah. Orang tua gue, malu. Gue mendadak hina.

"Kamu sudah selesai, Mas?" gue kaget dia nyamperin tempat duduk gue.
"Belum, Bu." melas semelas melasnya
"Ini tinggal 20 menit lagi lho. Kok belum ada yang dilingkarin lembar jawabannya?" pengawas itu berkata pelan ke gue. Semua mata ke arah gue.

"Iya, bu. Saya nggak bisa" pasrah
"Emang kamu nggak belajar?
"Belajar kok, Bu. Tapi nggak ada yang keluar apa yang saya pelajarin semalem"
"Yaudah, cepet. Sekarang siapa di kelas ini yang paling pinter?" bisik pengawas itu. Gue kaget. Ini pengawas ngetes gue apa sungguhan. Tapi bodo ah gue udah mentok. Dengan ragu-ragu gue nunjuk temen gue yang emang pinter.

"Itu bu!"

Pengawas itu dengan segera nyamperin cewek kurus yang duduk di barisan depan. Dengan hitungan detik pengawas itu kembali lagi dengan lembar jawaban temen gue yang sudah terisi penuh, dan meletakannya di depan idung gue.

"Cepet salin!" perintah pengawas itu.
Tanpa ragu dan tanpa nafas gue salin semua lembar jawaban itu. Uhuuuuuuyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy......................!!!

========================

Pertanyaan gue?
Apakah gue beruntung? Hoki?
Jelas. Enggak.
Itu semua dengan perjuangan dan pengorbanan, Bro.
Maksudnya?
Gak ada yang berani jamin gue bakal dapet contekan seperti itu, andaikan aja gue gak belajar mati-matian malemnya. Yups. Bisa jadi usaha gue semalem dibayar lunas dengan mengerakan hati pengawas itu buat memberikan gue contekan. Hasil jerih payah gue nggak berwujud pencerahan dalam menyelesaikan soal-soal ternyata. Tapi berupa contekan. Ya, emang keliatannya negatif. Tapi belakangan ini gue mulai mencerna dan mempelajari semua hikmah masa lalu gue. Azeegg..
Gue jadi inget AZAS KEKEKALAN ENERGI

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnakan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.

Jadi sangat masuk akal. Gue memberikan sepenuhnya energi gue buat belajar. Dan energi itu rupanya kembali lagi seratus persen buat gue. Terkait perubahan bentuk itu berupa pencerahan dalam mengerjakan soal atau berupa bantuan, yang kebetulan yang gue alamin berupa bantuan contekan.(terkait contekan itu baik atau buruk. Plis gue lagi nggak ngebahas masalah contekan atau melegalkan contekan). Jadi hukum sebab akibat itu berlaku ternyata. Mestakungnya (semesta alam mendukung) Yohanes Surya terjadi pada gue. Intinya hadirkan kesungguhan hati dalam melakukan pembelajaran. Dan gak akan ada kata sia-sia kok.

Jadi sekali lagi, buat lo yang ngerasa udah berjuang mati-matian dalam menghadapi UN 2013. Udah jenuh, udah muak, mata kuning, mabok genjer. Semangat aja terus, karena tadi, klo kalian melakukannya dengan kesungguhan hati, niscaya akan ada keajaiban terjadi sama diri lo. Mau UN 20 paket kek. Pake barcot segala kek. Atau CCTV segala kek. Udahlah gue jamin gak akan sia-sia pengorbanan lo selama ini klo lo sungguh-sungguh memperjuangkannya.

Nah, sesuai janji gue di atas. Gue mau memberi lo trik-trik menghadapi UN ala Ahmad Bhadick.

KEBERUNTUNGAN terjadi karena adanya PERSIAPAN dan KESEMPATAN

Siaapp???!!!??

Yang pertama.
Plis jaga kesehatan itu penting Sob. Gue pernah ngalamin hal pahit itu ketika ikut SPMB (duh ketahuan deh tuanya gue) SPMB adalah singkatan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Jadi malem sebelum ujian gue salah makan. Dengan rakus gue santap pecel lele makanan favorite gue, alhasil gue kebelet pup saat ujian berlangsung. Dan sialnya jadi sering bolak balik kamar mandi saat ngerjain tes. So, otomatis gue ngerjainnya gak konsen Bray... Sayang bangetkan klo ini terjadi lagi sama kalian semua. (semoga nggak ya). Jadi jaga kesehatan, mulai dari jaga makan, tidur yang cukup serta saran gue makan buah-buahan segar dan minum air putih. Minum air putih yang baik adalah setiap 100 kg berat kita minumlah sebanyak 3 liter perhari (Tuh dapet ilmu lagi kan?) Jadi klo berat lo 50 kg, maka disarankan minumlah air putih perhari 1,5 liter. Bukannya 8 gelas bro. Itu ukuran yang nggak pasti. Ukuran gelas itu relatif. Gelas segede apa dulu. Entar gelasnya segede galon atau sekecil uprit. Masuk akal?

Yang kedua.
Sering-sering latihan soal dengan berulang-ulang. Inget pengulangan adalah ibu dari segala keterampilan. Semakin lo sering ngerjain soal berulang-ulang. Lo jadi akan mahir segaligus familiar dengan soal-soal tersebut. Percaya deh..Ini mujarap. Karena orang-orang sukses juga melakukan hal ini. Pilihannya lo mau ikutin cara-cara orang sukses apa nggak. Klo kepingin belajar golf, ya belajar lah sama ahli golf. Kemungkinan suksesnya jauh lebih besar. Ketimbang belajar golf sama yang amatir soal golf.  Begitu juga sama latihan soal secara berulang-ulang semacam ini. Belajarlah atau duplikasilah cara-cara orang sukses yang sudah melakukannya, dijamin lo juga akan mengalami sukses yang sama. Gimana masuk akal??

Yang ketiga.
Belajar mesti larut sepenuhnya. Maksudnya apa? Begini.  Misalnya, mana yang kemungkinan lebih tinggi menangnya antara orang yang latihan badminton; yang pertama. Belajar seminggu 5 kali selama 3 bulan. Satu kali belajar selama 3 jam. Atau yang kedua; orang yang belajar satu kali 3 jam, tapi belajarnya 3 bulan sekali selama 5 tahun. Mana kira-kira yang akan menang? Sudah pasti yang belajarnya sehari 3 jam, seminggu 5 kali dan larut sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.
Ketika kalian larut sepenuhnya dalam belajar, kemungkinan berhasilnya jauh lebih besar ketimbang orang yang belajarnya tidak fokus dan tidak konsentrasi. Udeh deh ngaku aja, siapa yang klo lagi belajar di kelas, pikirannya kemana-mana? Mikirin gebetanlah, mikirin masakan emak lah, mikirin utang lah.. Sering kali orang belajar tapi gak belajar. Fisiknya emang keliatan sedang belajar, tapi pikirannya? Ya tadi karena mereka-mereka itu tidak larut sepenuhnya dalam belajar. Pikirannya gak fokus sama apa yang tengah ia pelajarin. Oke masuk akal?

Jadi klo boleh gue simpulkan lagi trik menghadapi UN ini.
1. Mulailah belajar pada yang ahli dibidangnya. Caranya pake rumus ATM (Amati Tiru Modifikasi) bagaimana orang-orang sukses belajar. Ikutin. (kapan waktunnya, buku apa yang dia pake, emosinya bagaimana ketika belajar)
2. Belajarlah dengan cara melakukan pengulangnya yang disertai jedah.
3. Belajarlah dengan larut sepenuhnya.

Semoga bermanfaat. Untuk share dan tanya-tanya bisa langsung hubungin gue ya, di twitter boleh, di facebook boleh, pin bb monggo. Pinnya ada di tiang listrik-tiang listrik daerah lo..

NB: Klo ngerasa bermanfaat info ke temen lo. Klo nggak kubur aja di hati lo. Anggap aja gue lagi curhat tepat di idung lo.












SELANJUTNYA >>

Kamis, 21 Maret 2013

Baru Suka Sama Orang, eh Orang Lain Udah pada Tau

Nggak enak banget kan suka sama orang, tapi sebelum orangnya tau, semua orang udah pada tau....dan yang mengenaskan adalah orang-orang yang pada tau itu tak lain tak bukan adalah murid-murid gue sendiri sang manusia ababil dengan tingkat level pubersitas yang sangat akut...sehingga tanpa dosa tereak-tereak nggak jelas (sebagian dari mereka ada yang narik-narik gue, dan ada juga yang dorong gue dari belakang *sumpah ini adalah bentuk ma comblang yang gagal segagal gagalnya) ketika orang yang gue suka lewat di depan idung gue...dan apapun dari maksud semua itu, ini adalah hal yang nggak enak banget buat gue bersikap apapun juga. *Kayang jalan mundur 

Berawal dari bisik-bisik sama temen klo gue interest sama seseorang (sorry gue nggak sebutin nama seseorang itu siapa. Lagian udah masa lalu juga.. Tapi perlu gue ceritain, kali aja bisa buat pelajaran kalian)....... Daaannn..... ternyata gue salah curhat sama orang. Damn!!

Jadi pelajaran pertama buat kalian... Pliss..jangan curhat ke sembarang orang, apalagi sama temen yang notabennya ember banget. Bisa-bisa curhatan lo belum kelar, setengah curhatan lo udah sampe ke kuping orang-orang.
 
Mungkin maksud temen gue ini becanda dengan ngecengin gue di depan murid-murid gue. Dan lo tau? Tingkat ke kepo an anak-anak SMA zaman sekarang nggak diragukan lagi. Akhirnya dengan sukses anak-anak tuyul itu tau siapa yang gue suka. Ini mala petaka besar buat kelangsungan hubungan gue sama sang gebetan.

Klo aja temen gue ini gak cerita atau ngomong-ngomong sama murid gue. Atau malah insiden ngecengin gue di depan anak-anak gak dia lakuin, kejadian tarik menarik dan dorong mendorong gak akan ternjadi juga pastinya, dan besar kemungkinan, minggu ini gue udah dinner bareng doi..*Tiba-tiba lagu India terdengar mendayu-dayu di kuping gue.

========================================================================
Ini bukan di FTV yang segalanya senantiasa happy ending. Ini di kehidupan nyata bro. Di mana bad ending siap selalu untuk hadir di setiap perjalan cinta sang manusia. Klo semuanya happy ending, lakon soal cinta manusia di dunia ini sudah barang tentu punah. Manusia sudah tidak akan lagi menghargai cinta, lantaran runtuhnya sebuah perjuangan dalam percintan.

Cinta sulit di definisikan orang-orang normal. Cinta punya arti tersendiri bagi siapa saja yang tengah merasakannya. Dan setiap manusia pernah merasakan jatuh cinta. Dan inilah satu-satunya jatuh yang kepengen diulang lagi oleh setiap manusia. 

Jadi pelajaran ke dua buat kalian. Jika kalian toh akhirnya nanti ketemu bad ending dalam urusan cinta, seperti yang pernah dialami temen gue sampe akhirnya ingin melakukan aksi bunuh dengan meloncat dari tinang jemuran, maka syukurilah semua itu, karena dengan demikian, kematangan kalian dalam urusan perasaan naik satu level. Kalian akan mudah peka terhadap perasaan orang lain yang tengah senasib sama kalian. 

Oke.. balik kecurhatan gue semula. 

Nah, gara-gara peristiwa itu, cewek yang gue taksir akhirnya tau klo gue suka sama dia. Dan yang bikin gue bingung seribu gaya adalah..... gue harus gimanaaaa? 

Tembak? Ngeliat gue aja dengan suka cinta ia menyingkir. Sikap gue malah mungkin hanya terlihat caper di matanya. *padahal emang iya.

Jadi, inti cerita gue adalah jangan pernah ngarep cinta lo bakal seperti cerita di FTV


SELANJUTNYA >>

Selasa, 19 Maret 2013

Dengerin CD Audio

Malem ini gue lagi dengerin CD Audionya Tung Desem Waringin. Sangat menginspirasi menurut gue.

Dikatakan oleh Pak Tung dalam CD Audionya, bahwa orang yang sukses adalah orang yang mau bertindak. Nol besar klo kita mau sukses tapi nggak mau bertindak. Kaya kita mau mandi tapi masih mager di atas baskom. Ya, gak akan mandi-mandi jadinya...

Trus dikatakan juga oleh Pak Tung, klo kita kepengen merubah hasil, yang pertama harus kita lakukan terlebih dahulu adalah merubah tindakan kita, trus sampe akhirnya tindakan kita tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Nah enak kan klo udah terbiasa. Trus caranya gimana untuk merubah tindakan?

Yang pertama, Rubah dulu keputusan lo. Sampe bener-bener putus, tus, tus...
Yang namaya keputusan adalah putus...sekarang gue mau ini, nggak mau itu. Titik.
Biar keputusan kita putus,tu,tus? Merubah keputusan harus melibatkan pikiran dan emosi. Karena banyak orang kepengen merubah keputusan tapi gak ngerubah-rubah, karena emosinya nggak berperan, nggak main disitu.

Asal lo tau merubah keputusan dengan melibatkan pikirian itu hanya sekitar 12% aja, sisanya ya, emosi tadi. Jadi sekali lagi menurut Beliau libatkan emosi lo dalam merubah keputusan. Baru lo akan bulat dalam mengambil keputusan.

Pokoknya keren deh menurut gue. Sorry nggak detail banget gue ngejelasin isi CD Audionya. Pokonya, lumayan CD Audionya bikin gue sadar diri.

Banyak yang salah langkah yang udah gue jalanin...CD Audio itu seolah-olah sedang mengelus-elus pundak gue serasa berkata "Sukses itu cuma satu. Gak ada tips macem-macem, kecuali cuma action..dan action"



SELANJUTNYA >>

Rabu, 13 Maret 2013

Pantai Ujung Genteng Sukabumi

Postingan ini telat beberapa tahun yang lalu. Sebenernya gue udah pernah posting hal semacam ini di blog gue yang pake dot.cc yang kabarnya entah ke mana. Tapi kali ini gue coba posting ulang lagi. Gpp kan? (Siapa juga yang ngelarang. Blogmu dewe. Kamu mau tidur-tiduran, harlem shake, gangnam style, atau salto ala capoeira di blog mu, ya nda papa...cuma pesenku satu. ....klo bisa yo toh nulis blog yang bagus. Yang gak asal nulis...biar klo ada yang baca blogmu enak ngebacanya)
 ====================================================================

Yap. Postingan gue yang udah pernah gue share via blog gue yang raib itu adalah tentang jalan-jalan gue ke Pantai Ujung genteng sama temen-temen kampus yang awalnya adalah acara tahun baruan...tapi nyatanya kita berangkat setelah tahun baruan.(Eh, tahun baruan itu abisnya sampe kapan sih? Tapi kita berangkat masih sekitar bulan Januari lho.)

Ini adalah bentuk penampakan pantainya:



Awalnya gue ngebayangin pantai Ujung Genteng itu kaya Pantai Kute Di Bali. Banyak pengujung dan kudapan enak yang bisa kita makan sehabis berenang di Pantai. Berjemur santai sembari memakai kaca mata hitam memandai indah ke langit biru. Tapi ternyata praduga gue meleset..haha.. 

Pantai Ujung Genteng sepi (itu waktu gue ke sana. Mungkin sekarang udah rame) yang banyak hanya para nelayan pencari ikan dengan perahu-perahu kecilnya. Udah gitu pantainya penuh karang-karang tajem. Klo kita gak hati-hati bisa melukai kaki kita. 
So far, pantai ini keren buat gue. Pantainya masih asri banget. Belum banyak jamahan manusia. Beda banget, apalagi sama pantai Ancol yang penuh sampah-sampah pembungkus makanan, bekas pengujung.

Di sekitar pantai itu ada sebuah gubuk yang sengaja di buat, untuk kita neduh atau menikmati ikan bakar yang sengaja dijual sama nelayan di sana. Dan rasa ikannya itu lho... bikin gue nambah tiga piring....secara cape juga abis berenang.


Selain pantai yang asri, di sekitar lokasi pantai itu kita bisa ngeliat-ngeliat tempat penakaran penyu. Wih..penyu. Sumpah.!

Untuk bisa ngeliat penyu-penyu itu kita mesti dateng pada malem hari, di waktu yang gelap... ada sinar bulan aja, tuh penyu nggak akan menepi ke pantai.

Tapi sial ,ketika gue dateng, bulan lagi terang-terangnya....jadi susah buat ngeliat penyu itu nongol di sekitar pantai. Untungnya ada seekor penyu yang terjebak. Ya. Dia nongol ketika cahaya bulan belum terang. Jadi sebelum penyu itu balik lagi ke laut, kita udang ngepung duluan. Hahaha...

 Penyu akan ke pantai klo dia mau bertelur.
Ya walau hewan ini tinggal di laut, tapi untuk urusan nelur dia mesti ke daratan.
Yang hebat ketika penyu kecil di lepas ke laut dan ketika sudah besar dan kepengen nelur dia akan kembali ke pantai dimana dia dilepaskan dulu. Keren kan?? Dia gak kaya kacang yang lupa kulitnya. (Iya lah... secara dia panyu, bukan kacang). Tapi sayang, dari ratusan anak penyu yang di lepai ke laut paling hanya satu, dua yang bisa bertahan sampe besar....sisanya tidak bisa bertahan. Sebagian besar di mangsa oleh predatornya. Makanya penyu merupakan binatang yang dilindungi. Ya, karena hewan ini rawan akan kepunahan.

Ini adalah tempat penakaran penyunya. Yuk, kita liat-liat sebentar..


Demikian jalan-jalan gue ke Ujung Genteng.

NB: Aksesnya susah banget. Selain bisa mengocok-ngocok perut yang sampe bikin mual perut, karena jalanannya hancur sehancur-hancurnya. Daaaannn..... satu lagi.... klo nginep jangan kaya kita-kita. Dari penginepan sampe pantai butuh waktu satu jam. Temen gue salah rekomen penginapannya (ups..ini curcol sih)



SELANJUTNYA >>