Senin, 04 November 2013

Tolong bantu biar badan kotak-kotak

Sudah lama nggak ketemu ternyata badan teman gue kotak-kotak kayak coklat batangan.
Sebenarnya gue udah mengetahuinya beberapa bulan sebelumnya, tapi baru via facebooknya aja. Dan sekarang gue ngeliat langsung badan ajaib teman gue itu.Wow! Geblek!
Entah iri entah ngeri ngeliat badannya yang nggak sesuai sama kepala dan mukanya yang tirus. Ya, dulu dia itu nggak jauh beda sama gue, kurus dan menjijikan. Lalat aja ogah nempel. Tapi semenjak pergi ke klinik tongpeng badannya nggak manusiawi bentuknya.
Menurut pengakuannya dia sekarang rajin banget yang namanya fitness dan makan telur tiap hari. Bahkan bisa sampe delapan butir perhari. Dan malahan udah booking telurnya ketika ayam tetangga masih pada pacaran dan masih ngelakuin hal-hal norak kayak foto sambil monyong (Jadi kalo telur di pasaran mulai menyusut, temen gue tuh pelakunya, klitikin aja!) Dalam hati gue terbelesit niat kepengen ngikutin jejaknya; makan telur dan ikutan fitness. Tapi bagi gue masuk tempat gym sama aja kayak menjatuhkan diri ke lobang semut. Karena gue bakal minder dengan badan gue yang sekarang ini. Gue lebih cocok masuk sekolah balet dengan jejingkrakan indah melempar tangan.
Dan untuk telur, gue lebih seneng itu telur dalam kondisi didadar atau direndang deh. Enak gila. Kalo untuk makan mentah atau cuma direbus doang, entar dulu deh. Gue serasa nyedotin ingus dari dalam pantat ayam. Tidaaak!
Ok! niru aktifitas temen gue biar gemuk gak cocok buat gue. Baiklah gue sadar gue orang yang selalu banyak alasan untuk melakukan hal yang emang males gue lakuin, terutama buat olah raga. Tapi jangan salah, baru-baru ini gue coba menerobos kemalesan gue akan olahraga yang tebalnya setebal Tembok Berlin. Ya, gue ikutan jogging santai bareng peserta Jogging Fest MNCTV. Sendiri. Niat banget kan? Karena sendiri, gue cuma bisa foto orang lain tanpa harus bisa foto diri gue sendiri. Padahal betapa kerennya gue dengan keringat bercucuran mirip atlet catur.


Tapi maaf! Dari rute yang jaraknya 8 kilo gue cuma mampu lari 500 meter dan sisanya jalan tersendat-sendat sambil mampir-mampir cari gorengan dan aqua gelas. Ya gue gagal. Nanti gue coba lagi deh dengan mulai bangun tidur langsung kayang dan jumpalitan di kasur. Semoga rencana itu berhasil. Zupeerr sekali kan??!?

Ini beberapa saran temen-temen gue supaya badan gue mirip atlet sumo
1.Banyak Olah raga makanya Mad
2. Jangan banyak begadang dan nonton film korea!
3. Ikutan fitness aja murah kok apalagi kalo kita jadi member!
4. Makanya buruan nikah, biar ada yang ngurusin! (Hey, gue mau gemuk bukan mau ngurusin!)
5. Sering-sering menghadiri kondangan dan acara-acara makan-makan yang sifatnya gratisan!
6. Latihan beban aja kalo mau gemuk mah (Halah..beban hidup gue udah berat ngapain ngangkat beban yang lain
7. Jangan banyak makan mie, gorengan, dan minyak jelanta!
8. Tidur siang selagi ada kesempatan! (Kesempatan gue tidur siang cuma ketika gue di atas motor Man. Bisa gak belajar tidur sambil ngendarain motor?)


Tapi gue percaya ketika saran-saran mereka tidak membuahkan hasil dan usaha keras gue gak sama sekali membuat pergeseran harapan gue; satu hal. Tuhan sayang sama gue. Dia mempunyai rencana yang indah akan tubuh gue yang sekarang ini tengah manis gue nikmatin. Sama halnya betapa sedih gue ketika sepatu pantofel ngajar gue cacat sana sini mengelupas akibat sering kena air hujan tetiba merasa bersyukur tat kala melihat seorang cacat yang tidak memiliki kedua kaki melintas di depan hidung gue.  <<<--------  apa hubungannya????











SELANJUTNYA >>

Rabu, 30 Oktober 2013

JOMBLO KEREN KOK!

Ini sisi lain gue. Yap hari ini gue mau ngomongin cinta. Karena gue tahu cinta tidak akan basi untuk di bahas sepanjang masa oleh kalangan manapun. Dan gue kuat berlama-lama kalo ngomongin hal itu apalagi terkait sama perasaan yang sekarang sedang gue alamin. Apaaa... Lo jatuh cinta? Nggak justru yang lagi gue alamin sebaliknya. Gue lagi patah hati men (Nangis bombai) Tapi bukan suatu alasan untuk nggak atau males buat ngebahasnya.

Gue percaya sama kalian yang sedang jomblo bahwa bukan nggak ada seseorang yang tertarik sama kalian. Ciyus. Enelan. Sejelek apapun kalian, pasti ada nilai baik di mata seseorang yang tepat.Maksudanya Bray? Iya, pada dasar manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Dan ada hubungan aneh antara pria dan wanita bahwa hubungan aneh itulah yang membuat pria dan wanita satu sama lain memiliki ketertarikan. (klo homo?) Coba tengok sama diri lo sendiri (bukan lo! Ini buat yang jomblo) apa iya gak ada seekor betinapun yang suka sama lo? Bukan nggak ada, lo nya aja yang nggak peka. Atau lo peka tapi emang gak ada felling aja sama betina itu. Nah kalo gitukan jangan salahin siapapun kalo jomblo melebel di diri lo.

Tapi oke lah memang gak semudah membalikan telapak kaki gajah untuk mendapatkan pasangan yang sreg di hati, dompet, dan di DP Blackberry, ada kalanya kita merasa sulit untuk peka terhadap yang satu itu. Tapi percayalah Tuhan punya rencana lain dibalik kejombloan akut lo itu. Mungkin lo harus menggunakan rumus 3B dalam mencari sang pujaan hati. Apa itu?
B yang pertama. Berusahalah!
Rasa-rasanya jika menginginkan sesuatu nggak ada pilihan lain yang kita lakukan selain berusaha. Gak ada Cuy tiba-tiba muncul emas batangan 1 kilo di depan kita tanpa kita berusaha mendapatkannya. No action nothing happen. Nah lo bakal jomblo terus tanpa lo mau berusaha keluar dari kejombloan itu. Emang sehebat apa gebetan lo bisa tahu kalo lo suka tanpa usaha. Kalo pun ada seseorang yang mau sama lo tanpa usaha, itu kudu diwaspadai tuh. Lagian mendapatkan dengan usaha maksimal jauh lebih nikmat menjalaninya daripada ongkang-ongkang kaki kaya sinyo mester

B yang kedua. Berdoalah.
Udahlah nggak usah sok jagoan sendiri dengan mengandalkan kekuatan lo. Inget masih ada Yang Kuasa pengatur kita dan alam ini secara rapih. Perpaduan doa dan usaha adalah action sejati dalam meraih apapun yang kita inginkan. Belum ada yang bisa menandingin kekuatan sebuah doa. Doa adalah kekuatan sejati umat beragama. Doa itu bisa mempercepat pencapaian kita. So berdoalah yang khusyuk dari hati, bahwa lo emang kebelet banget keluar dari kejombolan. Dan gue juga berdoa buat lo.
Terus kalo berusaha udah, berdoa udah, eh rupanya tak kunjung datang sang pujaan hati. Tenang masih ada B yang ketiga. Apa itu? Bercerminlah!
Yaiyalah, jangan-jangan target kita yang ketinggian. Coba deh mulai pake prinsip turunkan harga naikan syarat. Maksudnya? Misalnya gak perlu manis yang penting setia. Nah cakep kan tuh. HAHAHA.. (ketawa sedih) Yang nulis ini juga masih jomblo...

INGAT!! JOMBLO ITU MEMANG SENDIRI TAPI DIA NGGAK SENDIRIAN, BANYAK JUGA TUH YANG JOMBLO!!

SELANJUTNYA >>

Selasa, 15 Oktober 2013

LAGI SENANG FOTO

Akhir-akhir ini entah kenapa gue lagi suka banget sama hasil karya sebuah foto. Salut aja sama orang-orang yang sekali jepret hasilnya luar biasa dahsyat. Entah mereka-mereka itu memang manusia berbakat atau manusia yang punya semangat gigih dalam berlatih. Yang pasti mereka punya kamera yang super canggih sebagai pendukung semua itu.

Berikut ini hasil kepoan gue terhadap foto-foto yang menarik di mata gue.(Maaf! Mata gue memang kurang peka terhadap hal-hal keindahan, jadi sorry aja kalau ternyata kalian berpikir: Biasa aja tuh foto-foto yang lo posting Mad!). Entahlah, apa yang menariknya dari foto-foto tersebut, yang pasti gue nggak ngandelin pikiran atau logika dalam memilih foto-foto tersebut, gue cuma ngadelin mata gue yang mungkin kurang banget rasa seninya. Mana yang menarik itu yang gue posting.

 FOTO SATU:

FOTO DUA:

FOTO TIGA:
SELANJUTNYA >>

Senin, 14 Oktober 2013

Hidup itu begitu, bukan begini.

Betapa sering rasa kecewa itu singgah di setiap perjalanan hidup kita. Bisa jadi semua itu akibat minimnya rasa syukur dalam diri kita.
Bukan tidak mungkin hari-hari kita bakal penuh dengan keluhan, penuh rasa tidak menerima, dan sikap menyalahkan baik orang lain, keadaan, cuaca, bahkan jenis kelamin. Tapi untungnya Tuhan menciptakan rasa syukur untuk manusia yang dapat kita gunakan sebagai alat menolak keluhan-keluhan tadi. Tidak mudah memang dalam menggunakan alat ini. Ia tak berwujud sehingga sulit digunakan, sekalipun meniru rasa syukur yang telah dimiliki orang lain, sekalipun orang lain mencotohkannya secara detail untuk kita. Tapi, sekalipun sulit, ia mudah didapatkan, karena letaknya yang begitu dekat dengan kita. Kapanpun kita membutuhkan, ia akan hadir.


SELANJUTNYA >>

Selasa, 10 September 2013

Video Klip 'SMP KAMI' Hasil Begadang Semaleman

Kali ini saya coba posting video klip hasil begadang semaleman suntuk. Maklum insomnia dateng lagi. Lumayan lah dari pada nonton film korea atau India dengan muka lebam karena nangis bombai mending saya coba buat video klip lagu sendiri, ya saya sangat paham suara saya datar habis. Udah banyak orang yang mencaci maki suara emas saya itu. Jadi jika kalian ikut-ikutan mencibir suara saya, saya anggap itu kewajaran. Udah nggak keitung kucing tetangga yang mendadak budek akibat denger suara saya. Tapi sejauh ini walau fals atau sumbang tetap aja kalo suara sendiri itu rasanya enak aja didenger. Ok. Berikut video hasil begadang itu.

 
SELANJUTNYA >>

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kematian Nenek

Tepat hari Rabu tanggal 28 Agustus 2013 jam 09.30, Nenek dipanggil Sang Pemilik Nyawa, Allah SWT. Sedih. Sudah tentu. Siapapun di dunia ini wajar sedih jika kehilangan apalagi kehilangan orang-orang yang kita cintai.Namun sebatas mana kesedihan itu menyelimuti diri? Sebesar keikhlasan kita masing-masing tentunya. Manusia memang pasti mati, tetapi dengan yang pasti saja kita cenderung memperlakukannya seperti tidak pasti, malah terkadang tidak terima dengan kematian orang-orang yang kita cintai, bahkan ada yang jatuh meratap pinsan karena tidak kuat menghadapi kenyataan. Jawabannya sederhana; waktu kematian itu yang tidak pasti. Kematian yang pasti dengan waktu yang tidak pasti itulah yang membuat manusia harus senantiasa menjaga diri dari segala bentuk hal-hal yang merugikan diri, dan doa saya semoga ketika kematian itu menimpah diri kebaikan-kebaikan dan kriteria yang dibutuhkan sudah saya miliki. Khusunul Khotimah.

Usia nenek memang sudah terbilang tua. Hampir 90 tahunan. Allah memberinya bonus usia sekitar 30 tahun. Semoga nenek senantiasa disayang Allah di sana.Kami mencintaimu, nek. Ini sebenarnya adalah alasan buat kita sedih, tapi karena kecintai kami padamu kami berusaha tegar dan ikhlas. Terima kasih Tuhan, Engkau hadirkan kami untuknya walau terutama saya belum bisa berbuat banyak berbakti padanya ketika ia masih berada di tengah-tengah kami

SELANJUTNYA >>

Kamis, 01 Agustus 2013

Gawat!! Ada Belasan Motor Ngikutin Gue


Belasan motor ngikutin gue dari belakang. Jantung gue serasa mau copot. Di tengah kepanikan seperti itu, seorang nenek malah teriak ikutan panik. Dengan histerisnya dia teriak: "Ya Tuhaaannn... ada apa ini???"
  Apakah mereka geng motor yang baru-baru ini dikenal karena kesadisannya? Menggergaji kepala korban hingga putus. Melindas badan korban dengan motor. Membakar tangan dengan knalpot yang panas.

Untuk mengetahui detail kejadian itu kita harus kembali ke beberapa jam sebelumnya dimana saat itu saya hendak memberikan les tambahan seorang murid di depok beberapa tahun lalu.

  Depok hari itu sangat terik. Matahari tak sedikitpun menutup wajahnya. Ia bersinar cerah di antara  awan-awan putih bersih bagai kapas yang bergulung indah di biru langit. Sinarnya cukup membuat kulit terasa mau terbakar. Dengan tubuh penuh peluh, saya terus mengendarai sepeda motor di kawasan yang hampir setiap kiri kanannya banyak ruko-ruko berjejer.
  Ketika sedang asyik menikmati sensasi teriknya perjalanan, tiba-tiba semua pengendara diminta untuk memutar balik kendaraannya. Seorang dari hansip tersebut menghampiri saya
"Mohon maaf, Mas. Jalan sementara ditutup. Ada hajatan di depan"
Pernyataan hansip itu saya balas dengan dumelan sumpah serapa saya.
"Sinting, sebentar lagi gue udah mau nyampe"
  Maaf atas nama keegoisan pribadi, memakai jalan yang cuma buat acara nikahan kayaknya hanya bakal nyusahin orang lain deh. Bagaimana kalau diantara kita ada yang mau melahirkan dan harus segera dilahirkan ke rumah sakit? Bagaimana kalau ternyata jalan ini adalah jalan satu-satunya jarak terdekat untuk mengejar waktu menuju bandara supaya tidak ketinggalan pesawat?
  Memang tidak ada hal-hal yang saya takutkan terjadi ketika itu. Satu-satunya yang saya takutkan adalah; saya pasti telat ngajar kalau harus putar balik. Bukan hanya telat, saya rawan batal ngajar karena saking jauhnya perjalanan kalau harus putar balik. Calon-calon pemasukan berkurang deh. aaaagghhhh.....!!
  Beberapa pengendara memutar balik kendaraannya. Saya sempat terdiam sebentar lalu celingukkan mencari jalan yang bisa saya lalui demi mengejar waktu ngajar. Siapa tahu ada jalan.
  Dan benar saja. Saya melihat gang kecil yang luasnya pas untuk ukuran motor. Brilian..
  Saya membelokkan motor menuju gang sempit tersebut. Gang yang letaknya persis berada di kanan rumah besar yang dindingnya bercat kuning itu pasti jalan tikus menuju lampu merah. 
  Baru beberapa meter saya masuk gang, tanpa di duga belasan motor membuntuti dari belakang. Saya sempat panik, tapi perasaan itu hilang karena beberapa alasan. Pertama. Bisa jadi saya nggak salah jalan karena banyak juga motor yang masuk gang ini. Kedua. Kalau pun saya salah jalan, saya tidak sendirian.
  Dengan hitungan detik gang kecil itu sesak oleh motor. Asap dan debu mengepul menjadi satu ke udara. Suara bising knlpot membuat warga yang tinggal disekitar berhamburan keluar. Panik bukan main. Kepanikan saya muncul lagi dan ini lebih-lebih. "Mampus gue!"
  Seorang nenek lari keluar rumah dengan panik dan teriak histeris "Ya Tuhan..ada apa ini??!!"
  Nenek itu terlihat sock. Saya jadi ketakutan setengah mati.
"Maaf Nek, permisi numpang lewat"
  Saya membelokkan motor dengan keseimbangan penuh menghiraukan teriakan si nenek selanjutnya (saya yakin hanya waktu yang bisa menjelaskan atas kejadian ini kepada warga tersebut). Jalan yang sempit membuat saya harus berkonsentrasi penuh, lengah sedikit setang motor saya bakal nyangkut pager kawat berkarat.
  Kegaduhan terus berlangsung. Motor terus berjejal memenuhi gang itu. Warga masih berhamburan keluar melihat apa yang tengah terjadi. Saya akhirnya keluar dari gang itu. Damn!!! Saya mengalami de javu.
  Wait!! ini bukan de javu. this is real! Ternyata saya keluar ke jalan raya yang sama. Jalan kecil itu hanya memutari rumah besar bercat kuning lapuk itu. Saya iba melihat ban-ban motor para pengendara motor yang masuk gang ngikutin saya nongol satu persatu dari dalam gang. Ekspresi mereka ketika sadar ternyata keluar ke jalan yang sama adalah .... ah sudahlah. Buhahahahaha.....
  Itulah motor-motor yang membuntuti saya tempo lalu. Syukurlah mereka bukan geng motor yang terkenal karena kesadisannya itu. Karena kesadisannya sampai-sampai warga lebih khawatir keberadaan geng motor ketimbang kelompok teroris.
  Saya selamat dari geng motor. Tapi pemasukan bulanan saya berkurang karena batal ngajar. Fufufu...
SELANJUTNYA >>

Selasa, 16 Juli 2013

Yang lahir di zaman sekarang pastinya hebat

Manusia yang lahir di zaman sekarang ini pastilah manusia hebat. Pertama, liat deh, bocah-bocah SD zaman sekarang, mereka sudah pada tahu bagaimana caranya ciuman yang baik (maksudnya ciuman yang biasa dan hanya boleh dilakukan orang dewasa yang sudah halal secara hukum dan agama). Belum lagi, tidak sedikit pelajar yang sudah berani secara terang-terangan melakukan hal maksiat itu di tempat umum. Wow.. keren!!. Kedua, kemaksiatan bukan hal-hal yang mesti disembunyikan lagi dari khalayak ramai, ia menjadi sesuatu hal yang mudah banget diungkapkan dan dibanggakan di zaman sekarang ini.

Saya memang bukan orang yang suci dan munafik untuk (hebat banget) bisa menghindari hal semacam itu jika memang zaman sinting ini saya lalui ketika saya masih mudah terpengaruh sama pergaulan...ketika saya masih sekolah (nyatanya zaman saya masih sekolah dan pelajar masih tawuran..saya nggak pernah absen tuh untuk ikut-ikutan bawa-bawa gir nyari pelajar lain yang lagi nganggur di pinggir jalan..walaupun terpaksa disuruh kakak kelas). Itulah untungnya, saya lahir ketika zaman (lingkungan tempat tinggal) masih tabu ngebahas soal seks, gandengan tangan sesuatu hal yang memalukan, internet masih cupu cuma bisa buat fs-an dan ym-an (sudah setua ini ternyata gue). Tapi jelas apapun itu, tetap nggak bisa ditoleril, maksiat ya maksiat. Bukankah kemaksiatan itu sudah ada sejak zaman nabi-nabi? Manusia mestinya bisa menjaga dan membatasi diri, apapun rintangannya. Tuhan memberi masalah pastinya juga satu paket sama solusinya. Guru saja jika memberi soal ulangan pasti sudah menyiapkan jawabannya..dan pastinya nggak mungkin juga muridnya yang masih SD diberi soal SMA. Dan ini tentu serupa sama kayak anak-anak zaman sekarang yang hebat ini. Mestinya mereka (anak itu sendiri, orang tua, guru, negara, pemimpin agama) punya cara dan mampu untuk mengatasi zaman yang sudah sinting ini. Zaman yang bergeser dari pelajar tawuran menjadi pelajar ciuman..

Dan..otak saya belum mampu mencari solusi yang brilian bagaimana menghindari serta menghibau kepada adek-adek remaja untuk senantiasa menjauhi kemaksiatan, selama internet masih bebas menampilkan hal-hal yang nggak pantas (misalnya saya mau donwload lagu religi, tapi sering banget muncul iklan-iklan dewasa dan nggak sedikit ada animasi adegan-adegan syur menguak birahi. Jijik banget bahasa gue), televisi dan perfilman sering berbau pornografi (berapa sering kita melihat film horor yang di senter malahan seringan di sekitar paha dan dada?), masyarakat cuek bebek akan hal-hal yang tidak senono (ok..ini traktir deh gue mengggunakan bahasa aneh) dilakukan generasi muda, bahkan cuek terhadap keluarganya sendiri. Maka dari itu siapapun yang kebetulan membaca tulisan ini.. mohon deh. saran dan tipsnya untuk bagaimana mengatasi masalah ini mengingat di mana-mana sudah semakin fulgarnya generasi muda mengumbar kemaksiatan...
SELANJUTNYA >>

Rabu, 26 Juni 2013

Saya Melihat Pelajar Ciuman


Saja baru saja melihat anak SMP ciuman! Di atas jembatan tol!

Malam itu saya mengendarai sepeda motor bebek menuju Cilangkap dari arah Cibubur Junction. Untuk lebih dekat ke tempat tujuan saya memilih lewat Munjul. Ketika saya melewati jembatan Tol Jagorawi saya melihat dua anak SMP ciuman penuh agresif di atas jembatan remang-remang itu. Saya sempat memberi klakson lumayan keras dan saya yakin mereka dengar, tapi sia-sia, saya malah dikacangin. Mereka terus melakukan aksi sintingnya itu. Kissing di atas motor.

Di jembatan? Dipinggir jalan raya? Hey!!  Ini sudah sinting!
Apa sih yang menyebabkan rasa malu itu hilang di otak-otak generasi bangsa ini.

Dua hari sebelumnya ketika saya sedang menyerup es kelapa muda, dua anak SMA lengkap dengan seragam sekolahnya juga tengah asyik bermesraan. Rangkulan, kissing jidat, dan berfoto mesrah. Sungguh pemandangan yang tidak baik buat orang jomblo macam saya. Ada rasa envy, ngiri sekaligus miris.
Yang membuat envy dan ngiri; Ketika zaman saya sekolah dulu, jangankan untuk melakukan kissing dan rangkulan semacam itu, untuk pegangan tangan saja risihnya setengah mati. Khawatir sampai rumah saya diceramahi karena ada yang melapor tadi si Ahmad lagi gandengan tangan di Mall, atau di sekolah saya dipanggil karena ada guru yang melihat aksi gandengan tangan saya itu. Rasa khawatir semacam itulah yang akhirnya saya mencari aman dan nggak melakukan hal yang memalukan seperti itu.

Tapi anak-anak zaman sekarang? Wih sungguh beruntung (ini tentu bukan makna sesungguhnya) rasa malu telah hilang seiring datangnya perubahan edan dan sinting ini. Zaman dimana orang lebih bangga terhadap maksiat ketimbang perbuatan baik yang kerap di gunjing orang sok suci. Hmmmm... Naudzubillah

Seorang teman bercerita: Sekarang itu bukan lagi eranya pelajar tawuran. Jarang pelajar tawuran. Sekarang eranya maksiat. Banyak pelajar maksiat.

Pernyataan sinting teman itu terpaksa saya iyakan, mengingat saya mendapat data (ini belum jelas kebenarannya) di Ciracas Jakarta Timur ada sekitar 21% pelajar SMP sudah tidak virgin. Ini sungguh membuat miris dan mual perut saya.
 
Saya sedih kalau ternyata (mudah-mudahan tidak benar) memang kenyataannya seperti itu.
Apa yang dirasakan orang tua mereka jika mendapati anak-anaknya dalam kondisi seperti itu. Terus bagimana masa depan mereka. (duh tahu apa saya). Apa perempuan nggak virgin itu sudah biasa? Kalau saya ibaratkan barang. Barang yang masih disegel itu jauh lebih mahal. Barang yang terbungkus rapih jauh lebih ekslusif..
  
Semoga kita dapat melakukan yang terbaik, serta dihindarkan dari perbuatan yang sulit untuk kita keluar kalau hal itu menimpah kita.

Semoga bisa menghindari seks bebas, narkoba dan segala bentuk hal-hal menghancurkan diri, bangsa dan negara.

Salam Damai!!


SELANJUTNYA >>

Sabtu, 22 Juni 2013

Mencari yang bisa memotivasi

Pagi ini saya coba menelusuri beberapa youtube yang mengispirasi. Mulai dari yang membuat saya semangat sampai yang membuat saya tampak bodoh karena belum bisa melakukan apapun buat orang-orang yang saya cintai seperti orang-orang hebat di youtube yang saya tonton itu. Sepertinya tidak akan pernah habis hal-hal yang membuat saya sedemikian tololnya hingga harus menyalahkan keterlambatan sebuah keberhasilan.
"Semuda itu sudah berhasil?"
"Gila mobilnya banyak bener"
"Duh, gue masih gini-gini aja nih"

Kalimat-kalimat seperti itulah yang membuat saya tidak jelas tengah termotivasi atau tengah krisis diri

Saya coba melihat youtube yang lebih sinting lagi

Kali ini saya memantengi youtube pemulung yang bisa sampai kuliah
https://www.youtube.com/watch?v=eNk0HxCSgHg

https://www.youtube.com/watch?v=rHi2ZWi0DcA

Damn... entah ini tamparan atau sindirian. Melihat hal-hal semacam itu kadang membuat semangat, kadang membuat 'ya sudahlah itu rezeki dia'

Segala sesuatu yang tidak saya mampu cenderung saya bilang; Wajar dia bisa.... Pantesan aja...Hmmm dia kan enak...Gue kan ....Halah, otak kerdil saya sesungguhnya tengah membenarkan ketolalan saya. Benar (walau tidak benar) kalau saya tidak mampu.

Manusia sebenarnya bisa melakukan apapun, bisa mendaptkan apapun. Pikiran kitalah yang semua menghambat.
Jadi justru melihat orang-orang hebat di youtube itu kadang bisa memuat envy dan diri keki. Yasudahlah mending lihat youtubenya Fatin aja, coz saya Fatinnistic haha...
SELANJUTNYA >>